AI Makin Populer, Universitas BSI Gelar Workshop EduTech untuk Pendidikan dan Bisnis

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi terkini, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus BSD sebagai Kampus Digital Kreatif dengan sukses mengadakan workshop EduTech bertema ‘Penerapan Artificial Intelligence dalam Edukasi dan Bisnis’.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serba Guna Universitas BSI Kampus BSD, Kota Tangerang Selatan, dan dihadiri oleh puluhan guru SMA dan SMK sederajat dari wilayah Tangerang Selatan pada Kamis (30/5/2024).

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam memanfaatkan teknologi AI, khususnya AI Chat GPT dan Bing AI, dalam proses pembelajaran dan pengelolaan bisnis sekolah.

Workshop ini menghadirkan Sofian Wirahadi sebagai pembicara utama. Sofian memfokuskan materi pada penggunaan dua tools AI terkemuka, yaitu Chat GPT dari OpenAI dan Bing AI dari Microsoft, yang memiliki berbagai aplikasi praktis baik dalam dunia pendidikan maupun bisnis.

Para peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur dan manfaat dari kedua tools AI tersebut, serta cara penggunaannya dalam kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan bisnis.

Mahmud Safudin selaku Kepala Kampus Universitas BSI kampus BSD, dalam sambutannya menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan era digital.

“Pemanfaatan AI bukan hanya untuk mempermudah pekerjaan, tetapi juga untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam metode pengajaran yang lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Workshop dimulai dengan sesi pengenalan dasar-dasar Artificial Intelligence. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami konsep dasar AI, sejarah perkembangannya, dan penerapannya di berbagai bidang.

“Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk praktik langsung menggunakan Chat GPT dan Bing AI dalam berbagai skenario pendidikan, seperti membuat soal dan jawaban otomatis, memberikan penjelasan materi yang kompleks, serta merancang proyek pembelajaran interaktif,” pungkasnya.

Dalam konteks bisnis, peserta diajak untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk analisis data, layanan pelanggan, dan strategi pemasaran digital. 

Di akhir sesi, diadakan diskusi panel dan sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan AI di sekolah masing-masing. Beberapa guru bahkan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi AI dan tantangan yang dihadapi. 

Salah satu peserta, Ibu Nabila, guru dari SMK Fadilah Tangerang Selatan, menyatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru baginya.

“Dengan memahami dan menggunakan teknologi AI, saya yakin bisa membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa,” katanya.



Sumber: Republika