ID Survey Rombak Direksi dan Komisaris Sucofindo dan Surveyor Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Holding BUMN Jasa Survei (ID Survey) yang terdiri atas PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Direktur Utama ID Survey Arisudono mengatakan terdapat sejumlah agenda pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, dan pengangkatan anggota-anggota dewan komisaris serta direksi dalam RUPSLB tersebut. 

“Mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pencapaian yang telah diraih dewan komisaris dan direksi lama, semoga apa yang sudah dicapai akan dilanjutkan dengan baik,” ujar Arisudono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/3/2024).

Arisudono juga mengucapkan selamat mengemban amanah baru kepada dewan komisaris dan direksi baru. Dia berharap hal ini akan memberikan dukungan bagi anggota ID Survey untuk meningkatkan kinerja di masa depan.

“Serta dapat menuntaskan program-program besar yang sedang dan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Arisudono. 

 

Arisudono mengatakan, perubahan manajemen Sucofindo meliputi Moga Simatupang sebagai Komisaris Utama menggantikan Veri Anggrijono dan Anas Puji Istanto dan Mahatma Gandhi sebagai Anggota Dewan Komisaris menggantikan Himawan Hariyoga. Kemudian, David Sidjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia menggantikan Johanes Nanang Marjianto, Evi Afiatin sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Budi Hartanto, Budi Utomo sebagai Direktur Layanan Industri Sucofindo.

Sementara untuk Surveyor Indonesia, Arisudono mengatakan RUPSLB memutuskan Wawan Sunarjo sebagai Komisaris Utama menggantikan Dody Widodo, Echsan Sutaji sebagai Komisaris Independen menggantikan Ferry Andrianto. Kemudian, Sandry Pasambuna sebagai Direktur Utama menggantikan M. Harris Witjaksono, dan Wahyu Witjaksono sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Surveyor Indonesia menggantikan Rosmanidar Zulkifli.

Holding yang terbentuk pada Desember 2021 ini terus bersinergi meningkatkan kinerja sebagai entitas anak perusahaan dan secara konsolidasi bagi holding jasa survei,” kata Arisudono. 




Sumber: Republika