Lagi, Lima Jamaah RI Ditangkap Polisi Saudi


Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jutaan jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Penangkapan terhadap jamaah Indonesia kembali dilakukan Polisi Arab Saudi. Kali ini, lima jamaah haji Indonesia diamankan polisi atau Askar Arab Saudi di Masjidil Haram, Selasa (4/6/2024) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kelima jamaah haji itu diamankan di lantai 1 Masjidil Haram karena menggunakan jasa pendorong kursi roda tidak resmi.

Iptu Rasmawar, Tusi Perlindungan Jamaah (linjam) saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Masjidil Haram, Selasa siang menjelaskan, lima orang jamaah tersebut diduga menggunakan jasa mukimin Indonesia yang tidak resmi dan tidak memiliki izin masuk Masjidil Haram. “Mereka juga tidak memiliki visa haji. Mereka menawarkan jasa ke jamaah langsung ke hotel-hotel jamaah. Promosinya jasa mereka lebih murah dan mendorongnya lebih pelan-pelan,” ujar Rasmawar.

Lima jamaah yang diamankan askar berasal dari SUB 80 (embarkasi Surabaya kloter 80 rombongan enam). Jamaah tersebut antara  lain Fathimah Musyarofah, Moch Qoidi, Hoelasoh Sarning, Munawaroh Siroj, dan Muadi.

Rasmawar menjelaskan, lima jamaah didorong oleh lima mukimin. Rinciannya, satu orang mukimin laki-laki dan empat mukimin perempuan. “Mereka memalsukan kartu identitas menyerupai identitas jamaah,” kata perempuan yang akrab disapa Mawar itu.

Kelima jamaah awalnya dijemput oleh mukimin di Hotel Safwat Almaed pada pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah sempat ditahan di Maktab Askar bersama pendorong mukimin. Namun Mawar dan empat rekan lainnya dari tusi Lansia dan Linjam Sektor Masjidil Haram bisa melobi hingga jamaah dibebaskan.

“Satu kartu identitas petugas punya Riris yang disita sudah berhasil dikembalikan kepada petugas melalui negosiasi kepada Askar. Setelah negosiasi, lima jamaah yang tertahan berhasil dievakuasi ke Sekretariat Seksus Harom post 1 terminal Syib Amir,” ujar Mawar.

Mawar pun mengingatkan kepada jamaah haji Indonesia agar menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi yang disiapkan petugas. “Kita petugas haji Indonesia dari PPIH ada di pos. Jamaah agar menyewa jasa pendorong kursi roda resmi di area Masjidil Haram agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar dia. 

Grafis Polisi Arab Saudi Tangkap Jamaah..




Sumber: Republika