Lima Faktor yang Membuat Rezeki Rumah Tangga Tersendat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Berumah tangga berarti menginginkan kehidupan yang lebih baik sebagaimana yang diamanatkan dalam Islam. Bahkan Umar bin Khattab pernah menyinggung soal pernikahan ini.

Disebutkan Al Qurtubi dalam kitab Tafsirnya, bahwa Umar bin Khattab RA berkata:

 عجبي ممن لا يطلب الغنى في النكاح، وقد قال الله تعالى: (إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله).

“Aku heran pada mereka yang tidak mencari kekayaan dalam pernikahan. Allah SWT berfirman, ‘Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya’ (QS. An Nur ayat 32).”

 

Lantas apa faktor atau penyebab rezeki rumah tangga tersendat? Faktor pertama ialah mengerjakan perbuatan maksiat dan perbuatan yang diharamkan. Ini adalah salah satu faktor penghalang rezeki, bahkan ini juga menjadi penyebab utama mengapa rezeki seorang hamba seret.

Kedua adalah tidak bersyukur. Kufur nikmat atau tidak bersyukur dan mencerca nikmat yang telah diberikan oleh Allah SAW kepada dirinya. Allah SWT berfirman, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad Duha ayat 11)

Ketiga, rezeki rumah tangga juga bisa terhambat karena faktor bakhil atau pelit. Tidak suka mengeluarkan hartanya di jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran ayat 180)

Keempat, tidak membayar zakat dan tidak bersedekah juga menjadi faktor penghalang rezeki rumah tangga, dan berkurangnya serta hilangnya keberkahan hidup.

Allah SWT berfirman, “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (QS Saba ayat 39)

Kelima yaitu memakan uang haram. Mungkin ada kalanya rezeki rumah tangga menjadi susah karena sumber pendapatannya haram. Uang haram tidak berkah meski secara fisik memiliki harta yang berlimpah. Seorang Muslim harus menjemput rezeki dengan cara halal dan thayyib, serta berdasarkan ketentuan Alquran dan sunnah.

Ulama Imam Al Zarnuji dalam Ta’lim Al Muta’allim, menukil sebuah hadits yang diriwayatkan Salman RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

“Tidak ada yang bisa mencegah takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan.” (HR. Tirmidzi)

Hadits itu menunjukkan bahwa seorang laki-laki bisa terhalang rezekinya karena dosa yang dikerjakan. Perbuatan dosa dapat menyebabkan terhambatnya rezeki. Terutama dosa karena dusta, sebab dusta itu dapat menyebabkan kefakiran. “Begitu pun tidur di pagi hari, yang juga dapat menghambat rezeki. Dan banyak tidur menyebabkan seseorang miskin harta dan juga miskin ilmu,” terang Imam Al Zarnuji.

 

sumber : Sharqpress



Sumber: Republika