Masjid Tuha : Jejak Sejarah yang Menghubungkan Antara Candi Hindu dan Destinasi Wisata Religi

Dok.disdik.acehbaratkab.go.id/Ilustrasi
Dok.disdik.acehbaratkab.go.id/Ilustrasi

TOPNEWS62.COM – Masjid Tuha Indrapuri, yang terletak di Desa Keude, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, merupakan sebuah destinasi wisata religi yang memiliki sejarah yang kaya dan unik. Meskipun sekarang berfungsi sebagai rumah ibadah umat Islam, awalnya masjid ini didirikan di atas lahan bekas candi Hindu. Masjid ini menarik minat banyak orang karena letaknya yang strategis, tepat di tepi Sungai Indrapuri dan tidak jauh dari jalan raya lintas Banda Aceh-Medan, Sumatra Utara. Dengan luas lahan mencapai 33.875 meter persegi, masjid ini dibangun pada tahun 1618 pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, pemimpin Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-17.

Menurut catatan sejarah, daerah Aceh merupakan salah satu daerah awal penyebaran agama Islam di Nusantara. Dua daerah penting di Aceh, yaitu Perlak dan Pasai, menjadi pintu masuk awal Islam ke Indonesia. Kerajaan Perlak di Aceh Timur bahkan diakui sebagai titik permulaan masuknya Islam ke Indonesia pada tahun 804 Masehi. Islam kemudian menyebar hingga ke Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1267 M, yang menjadi kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Masjid Tuha Indrapuri, yang awalnya merupakan bekas candi Hindu, dibangun di atas lahan yang dulunya menjadi tempat berdirinya tiga candi peninggalan Kerajaan Lamuri pada abad ke-12. Dari ketiga candi tersebut, hanya Candi Indrapuri yang masih tersisa berupa tembok yang mengelilingi bangunan Masjid Indrapuri. Perubahan dari candi menjadi rumah ibadah umat Islam ini dilakukan atas perintah Sultan Iskandar Muda pada masa kejayaannya.

Keunikan arsitektur Masjid Tuha Indrapuri juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan atap berpola tumpang dan konstruksi kayu yang kokoh, masjid ini mencerminkan keindahan dan keagungan masa lalu Aceh. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki nilai sejarah yang penting, terutama sebagai pusat pemerintahan sementara Kerajaan Aceh Darussalam pada masa Sultan Muhammad Daudsyah pada tahun 1878.

Meskipun telah lama berdiri, Masjid Tuha Indrapuri masih terus dipelihara dan dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Bahkan, masjid ini telah dijadikan salah satu destinasi wisata religi di Aceh dan sering dikunjungi oleh wisatawan, terutama dari Malaysia, terutama saat hari raya. Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran Aceh dalam penyebaran agama Islam di Nusantara serta sebagai warisan berharga yang harus dilestarikan dan dijaga dengan baik. (indonesia.go.id)



Sumber: Republika