Paus Fransiskus akan Bertemu Jokowi di Indonesia


Paus Fransiskus memegang patung Bayi Yesus saat memimpin Misa Malam Natal, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Sabtu, 24 Desember 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, akan berkunjung ke Indonesia pada 3 September 2024. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dalam kunjungan kenegaraan itu, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Iyalah itu kan kunjungan kenegaraan,” kata Pratikno di gedung Kemensetneg, Rabu (3/4/2024).

Pratikno menyebut, kunjungan Paus Fransiskus sudah diagendakan dan dibahas antarkementerian luar negeri.

“Oh udah. Dari itu kunjungan kenegaraan sekarang sudah dibahas antarkementerian luar negeri,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, akan berkunjung ke Indonesia pada 3 September 2024. Menag menegaskan pemerintah sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari otoritas Vatikan terkait rencana kedatangan Paus Fransiskus tersebut.

“Berdasarkan surat dari Vatikan yang diterima Pemerintah Indonesia, Paus Fransiskus akan hadir pada 3 September 2024. Ini tentu menjadi suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia,” ujar Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (31/3/2024).

Kedatangan pemimpin tertinggi umat Katolik ini menurut Menag, sudah dinantikan oleh Presiden Joko Widodo. “Pada Juni 2022, saya mengantar surat undangan dari Presiden Jokowi kepada Paus Fransiskus. Alhamdulillah, setelah hampir dua tahun menunggu, Paus Fransiskus akhirnya dapat hadir di Indonesia. Ini saya kira menjadi kado istimewa juga bagi umat Katolik khususnya,” katanya.

Yaqut berharap dalam kunjungannya nanti Paus Fransiskus bisa menyaksikan secara langsung keragaman dan persaudaraan antarumat beragama yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.

“Indonesia mampu menjaga toleransi dan perdamaian antarpemeluk agama, termasuk ratusan umat agama lokal. Kita berharap Paus Fransiskus dapat melihat keberagaman ini di Indonesia,” kata dia.




Sumber: Republika