Sekjen PDIP Sindir Jokowi Lakukan Intimidasi, Bawa-Bawa PSI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyindir tak adanya efek Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Hal tersebut terbukti dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tak lolos ke parlemen, meskipun mereka kerap menggaungkan ‘Jokow15me’.

Sebaliknya, PDIP justru memenangkan Pileg 2024, meski harus kehilangan 18 kursi DPR RI. Hasto menyebut, hal itu sebagai bukti kekuatan partainya yang bekerja secara kolektif, bukan berdasarkan persona seseorang.

Baca: Dari 10 Caleg Lolos ke Senayan dari Dapil Jatim I, Enam Orang Perempuan

“Jadi yang ada bukan Jokowi effect, tetapi adalah bansos effect, penggunaan aparatur negara effect, intimidasi effect, itu yang terjadi,” ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

 

Dia pun menyentil, raihan PSI yang di bawah batas minimum parlemen. “Buktinya PSI kan juga tidak lolos pemilu, meskipun dari sumber-sumber terpercaya itu sudah dilakukan berbagai upaya untuk menggolkan itu,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, PDIP bersyukur memenangkan Pileg 2024. Artinya, partai berlambang kepala banteng itu sudah tiga kali berturut-turut memenangkan kontestasi tersebut.

Baca: Gagal ke Senayan, Ade Armando: Tuhan Belum Mengizinkan PSI

DPP PDIP hari ini menggelar rapat konsolidasi internal dalam menyikapi hasil Pileg 2024. Mereka yakin akan mendapatkan 110 kursi di DPR periode 2024-2029. “Ditinjau dari kursi DPR RI perolehan berdasarkan perkiraan sementara adalah 110 kursi DPR RI, kami mengucapkan syukur,” ujar Hasto.

Dia menganggap capaian itu merupakan prestasi tersendiri. “Setidaknya di tengah gempuran yang sangat dahsyat sebagai ujian sejarah PDI Perjuangan kami bisa mempertahankan posisi sebagai pemenang pemilu tiga kali berturut-turut,” ucap Hasto.

Menurut dia, tidak mudah bagi PDIP untuk memenangkang Pileg 2024 di tengah intimidasi terhadap pihaknya. Apalagi terdapat penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power dari Jokowi.

Baca: Prabowo Ditelepon Perdana Menteri Jepang dan Diberi Surat Presiden Xi Jinping

Hasto menyebut, penyelenggaraan Pemilu 2024 sebagai yang terburuk, selama gelaran kontestasi di Indonesia. Hal serupa juga pernah dinyatakan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla (JK).

“Itu tidaklah mudah di tengah persoalan supremasi hukum yang turun ke tingkat nadir kemudian abuse of power yang sayangnya dilakukan Presiden Joko Widodo,” ujar Hasto.



Sumber: Republika